Cara Budidaya Ikan Hias Guppy Dengan Media Toples Kerupuk | Sale Guppy Fish Indonesia

Setelah berbagi informasi tentang cara budidaya guppy bagian pertama versi jualguppy.com  (http://www.jualguppy.com/2015/05/cara-budidaya-ikan-hias-guppy.html), berikut ini kami akan berbagi pengalaman tentang media pemeliharaan guppy.


Kali ini kami mencoba berbeda dari yang lainnya, yaitu dengan media toples kerupuk. Pasti kawan2 bertanya, kenapa pake toples?? kenapa gak aquarium?? yaa sekali lagi kami hanya mencoba ide yang ada dalam benak kami dan mencoba untuk mengimplementasikannya. Lagian sebelumnya kami juga mengunakan aquarium, hanya saja sedikit terkendala dengan space ruangan yang terbatas. Kami menamakannya Upgrade Farm 2.1 Traditional Refill Automatic System.

Nah sekarang, apa yang ingin kita bahas disini?? Kami akan sedikit menjelaskan kebutuhan-kebutuhan ikan guppy. Seperti air, pakan, aerasi, dan lainnya. Sebelum kami menjelaskan, kami akan mengingatkan kembali beberapa pertanyaan dari kawan2 penghobby guppy mengenai hal di atas, di antaranya:

1. Guppy itu berapa hari sekali ganti airnya??
Kami menganti air guppy 2-3x sehari, tergantung kerajinan dan waktu yang kami miliki.

2. Gimana kalau ganti airnya seminggu sekali aja??
Boleh-boleh saja, tergantung jumlah air yang digunakan,, semakin sedikit jumlah air maka akan semakin sering digunakan tergantung jumlah ikan dan pakannya.

3. Berapa banyak air yang di ganti setiap pergantiannya??
Kami menyarankan pergantian hanya dilakukan maksimal 30% dari jumlah air.

4. Apakah guppy butuh aerasi (gelembung udara)??
Pada dasarnya, gelembung berfungsi memberikan bantuan oksigen yang terkandung dalam air, sedangkan guppy hanya  memerlukan sedikit sekali oksigen tidak seperti ikan hias lainnya. Hal ini disebabkan karna ukuranya yang kecil.Jadi menurut kami, tidak apa-apa apabila tidak mengunakan  gelembung air /aerasi. Hanya saja, pada guppy aerasi lebih berfungsi untuk membersihkan permukaan air dari zat zat yang menempel dipermukaan air. Jadi aerasi berfungsi mendorongnya agar tidak berada dipermukaan air. 

Nah berdasarkan 4 pertanyaan di atas, kami mencoba membuat system pengisian air automatis. Media yang digunakan adalah toples ukuran 8 liter. Harganya kisaran 11-14rb rupiah. 

Trus itu gimana cara mengunakannya??
Singkat cerita, air dimasukan melalui pipa atas, dan dibuang melalui selang yang ada di tengah media (toples). 

Terlalu singkat yaa ceritanyaa?? 
Coba langsung lihat gambar dibawah aja yaa...

Bisa dilihat, Pipa atas semuanya memberikan selang kecil kesemua media. Disaat air pada ketinggian tertentu, air akan dibuang secara otomatis ke selang pembuangan di tengah Media. Selang pembuangan diarahkan ke pipa pembuangan dibagian bawah dan langsung dibuang kesaluran pembuangan.

Kenapa airnya tidak di sikluskan atau di putar kembali??
Berhubung ikan guppy yang diutamakan adalah kualitas ekor dan dorsalnya, kami tidak ingin mengambil resiko. Karna di air pembuangan atau sisa tersebut terdapat bakteri atau penyakit yang bisa saja merusak siklus ikan guppy nantinya.

Trus kelemahan system ini apa??
Menurut kami ada 2 kelemahan system ini yaitu:
1. Terlalu boros air bersih,
2. Terkadang anakan masuk ke selang pembuangan, tp bs diatas dengan menyumbat selang dengan kain halus.

Untuk kelebihan, yang pasti ikan sakit bisa ditekan hingga 80% dengan system ini, karna ikan dijamin tidak jenuh dengan sistem ini.

So, akhir cerita begitu lah  hasil upgrade-an farm jualguppy.com  versi 2.1.
Ditunggu aj ya cerita dan pengalaman lainnya.
Seperti biasa, bila ingin bertanyaa via whatsapp aj ya, terimakasih..

Setelah berbagi informasi tentang cara budidaya guppy bagian pertama versi jualguppy.com (http://www.jualguppy.com/2015/05/cara-budidaya-ikan-hias-guppy.html), berikut ini kami akan berbagi pengalaman tentang media pemeliharaan guppy. Kali ini kami mencoba berbeda dari yang lainnya, yaitu dengan media toples kerupuk. Pasti kawan2 bertanya, kenapa pake toples?? kenapa gak aquarium?? yaa sekali lagi kami hanya mencoba ide yang ada dalam benak kami dan mencoba untuk mengimplementasikannya. Lagian sebelumnya kami juga mengunakan aquarium, hanya saja sedikit terkendala dengan space ruangan yang terbatas. Nah sekarang, apa yang ingin kita bahas disini?? Kami akan sedikit menjelaskan kebutuhan-kebutuhan ikan guppy. Seperti air, pakan, aerasi, dan lainnya. Sebelum kami menjelaskan, kami akan mengingatkan kembali beberapa pertanyaan dari kawan2 penghobby guppy mengenai hal di atas, di antaranya: 1. Guppy itu berapa hari sekali ganti airnya?? Kami menganti air guppy 2-3x sehari, tergantung kerajinan dan waktu yang kami miliki. 2. Gimana kalau ganti airnya seminggu sekali aja?? Boleh-boleh saja, tergantung jumlah air yang digunakan,, semakin sedikit jumlah air maka akan semakin sering digunakan tergantung jumlah ikan dan pakannya. 3. Berapa banyak air yang di ganti setiap pergantiannya?? Kami menyarankan pergantian hanya dilakukan maksimal 30% dari jumlah air. 4. Apakah guppy butuh aerasi (gelembung udara)?? Pada dasarnya, gelembung berfungsi memberikan bantuan oksigen yang terkandung dalam air, sedangkan guppy hanya memerlukan sedikit sekali oksigen tidak seperti ikan hias lainnya. Hal ini disebabkan karna ukuranya yang kecil.Jadi menurut kami, tidak apa-apa apabila tidak mengunakan gelembung air /aerasi. Hanya saja, pada guppy aerasi lebih berfungsi untuk membersihkan permukaan air dari zat zat yang menempel dipermukaan air. Jadi aerasi berfungsi mendorongnya agar tidak berada dipermukaan air. Nah berdasarkan 4 pertanyaan di atas, kami mencoba membuat system pengisian air automatis. Media yang digunakan adalah toples ukuran 8 liter. Harganya kisaran 11-14rb rupiah. Trus itu gimana cara mengunakannya?? Singkat cerita, air dimasukan melalui pipa atas, dan dibuang melalui selang yang ada di tengah media (toples). Terlalu singkat yaa ceritanyaa?? Coba langsung lihat gambar dibawah aja yaa... Bisa dilihat, Pipa atas semuanya memberikan selang kecil kesemua media. Disaat air pada ketinggian tertentu, air akan dibuang secara otomatis ke selang pembuangan di tengah Media. Selang pembuangan diarahkan ke pipa pembuangan dibagian bawah dan langsung dibuang kesaluran pembuangan. Kenapa airnya tidak di sikluskan atau di putar kembali?? Berhubung ikan guppy yang diutamakan adalah kualitas ekor dan dorsalnya, kami tidak ingin mengambil resiko. Karna di air pembuangan atau sisa tersebut terdapat bakteri atau penyakit yang bisa saja merusak siklus ikan guppy nantinya. Trus kelemahan system ini apa?? Menurut kami ada 2 kelemahan system ini yaitu: 1. Terlalu boros air bersih, 2. Terkadang anakan masuk ke selang pembuangan, tp bs diatas dengan menyumbat selang dengan kain halus. Untuk kelebihan, yang pasti ikan sakit bisa ditekan hingga 80% dengan system ini, karna ikan dijamin tidak jenuh dengan sistem ini. So, akhir cerita begitu lah hasil upgrade-an farm jualguppy.com versi 2.1. Ditunggu aj ya cerita dan pengalaman lainnya. Seperti biasa, bila ingin bertanyaa via whatsapp aj ya, terimakasih..

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.